Friday, May 10, 2013

Sejarah Karate Gojukai


 
Sejarah GOJU-RYU mulai dengan Shihan Chojun Miyagi , yang di gelari “Fuseishutsu no kensi” (orang sakti tak ada bandingannya). Miyagi adalah murid dari Higaona Kanrio yang pernah berlatih seni bela diri di Cina (Shaolin).
Nama GOJU-RYU ditransfer dari”Bubishi”, sebuah buku kuno yang di dokumentasikan dalam arsip Cina. GOJU mengandung makna “metode menarik dan menghembuskan nafas Go (keras) dan Ju (lunak), dan itulah yang dinamai Go-Ju-Ryu. Miyagi mengajar karate pada sekolah pelatihan polisi Okinawa, juga di suatu sekolah bisnis publik Naha, pada sekolah Master Okinawa dan pada Pusat Kesehatan Okinawa. Di era 4 Showa (1929), Miyagi diundang sebagai dosen tamu kehormatan oleh suatu klub karate yang berlokasi di Universitas Kyoto, Miyagi telah diundang untuk mengajar secara tetap sebagai Shihan oleh Ritsumeikan Universitas. Ia mengembangkan metodenya ke seluruh Jepang dan inisiatif memperkenalkan Goju-Ryu. Selama waktu itulah, Gogen Yamaguchi mengenal Shihan Miyagi dan oleh Miyagi, Yamaguchi dibebani tanggung jawab untuk menyebarkan metode ciptaan Miyagi dan untuk mengorganisirnya.
Pada tahun 1950, Gogen Yamaguchi mendirikan All Japan Karate-Do Gojukai yang merupakan aliran dari GOJU-RYU, dan menjadi Presidennya yang pertama. Pada tahun 1964, beliau berpartisipasi membentuk The All Japan Karate-Do Federasi. Dan tahun 1965, beliau mendirikan International Karate-Do Gojukai.
Gojukai bukan hanya mengajarkan tekhnik-tekhnik bela diri tetapi lebih dalam lagi mengajarkan kehidupan yang berbudi luhur. Badan sehat, berbudi luhur, prestasi tercapai. Oleh karena itu banyak dari tiap negara yang ingin mendalami Karate-Do Gojukai. Seperti halnya di Indonesia, Drs. Setyo Haryono juga mendalami Gojukai di Jepang dan kembali ke Indonesia, lalu janggal 15 Agustus 1967 mendirikan Karate-Do Gokujai Indonesia. Dan mulai saat itu menyebar dan berkembanglah Gojukai ke setiap daerah di Indonesia. Setelah Gogen yamaguci kemudian dilanjutkan lagi oleh anak nya Goshi yamaguci.
Yamaguchi lahir di Shinjing, Manchuria pada tanggal 28 September 1942 sebagai anak ketiga dari Kaiso (Pendiri) Gogen Yamaguchi. In 1951, Pada tahun 1951, pada usia delapan tahun, dia mulai berlatih Karate-Do pada Senzoku Dojo di Asakusa. Ia dipromosikan menjadi Shodan (tingkat pertama sabuk hitam) pada tahun 1957 dan Nidan (sabuk hitam tingkat kedua) pada tahun 1959. Pada tahun 1962 ia menjadi Sandan (tingkat ketiga sabuk hitam) dan instruktur. Dia masuk Nihon University di tahun 1963, jurusan studi bioskop di Departemen Seni Rupa. . Sementara ia mahasiswa, ia memiliki kesempatan untuk mengajarkan karate-do di sebuah dojo cabang Amerika selama satu tahun dengan saudaranya Gosen.This Dojo diambil alih oleh yang lain dari saudara-saudaranya yang lebih tua, Norimi Gosei, pada tahun 1967.
Goshi Yamaguchi adalah salah satu yang paling dinamis dari semua master Karate di dunia saat ini. Sekarang usia 67 tahun (2009) baik-baik teknik Shihan Goshi dan kemampuan mengajar yang beredar menandai dia sebagai Master,kemampuan yang unik baik secara mental maupun fisik. Dalam dunia modern karate dirusak oleh promosi diri, egoisme, dan keuntungan moneter di semua biaya, Goshi Yamaguchi berdiri terpisah dari orang-orang yang berusaha menggunakan ajaran budo untuk pemuliaan diri. menghukum jadwal Nya kunjungan tahunan ke-Nya Cabang Dojo anggota IKGA seluruh dunia tersebut merupakan penghargaan bagi kegigihan di contining pekerjaan bahwa ayahnya dimulai pada 1930-an. Itu adalah untuk mempromosikan penyebaran Goju Ryu untuk semua bangsa, dan untuk mempromosikan perdamaian dan goodwill sedapat mungkin.
Editor: Ukm Karate-Do

Wednesday, April 17, 2013

KARATE


Karate ( ) adalah seni bela diri yang berasal dari jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 ( piyin: kongshou).
Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation  (JKF) dan World Karatedo federation  (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:

1. Shotokan
2. Goju-Ryu
3. Shito-Ryu
4. Wado-Ryu

Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.
Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu  tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".
Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".

Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).
1.      Kihon
Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite. Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat ). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.
2.      Kata
Kata (:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau  aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda. Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata. Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

3.      Kumite
Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.
Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.
Untuk aliran "kontak langsung" seperti Kyokusin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.
Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu , maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu : Kumite (perkelahian) putera dan puteri dan  Kata (jurus) putera dan puteri
1.      Kumite
Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

2.      Kata
Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.
Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.
Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.
Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:
·         Shotokan : Kankudai dan Jion.
·         Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
·         Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
·         Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

Falsafah Karate

1.      Rakka (Bunga yang berguguran)
Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan menumbuk muka, si pengamal karate boleh menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, ia boleh mematahkan tangan yang menumbuk itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.
2.      Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)
Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danau tersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.

Aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.
Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam "4 besar JKF" adalah sebagai berikut:
1.    Shotokan
Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.
2.    Goju-ryu
Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa "dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan". Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.
3.    Shito-ryu
Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.
4.    Wado-ryu
Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan kadang-kadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.
Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam "4 besar JKF" antara lain adalah:
5.    Kyokushin
 Kyokushin tidak termasuk dalam 4  besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik di dalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa memopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, dan menyerang secara frontal, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo), aliran ini juga sering dikenal sebagai salah satu aliran karate paling keras. Tidak seperti kebanyakan aliran karate yang sudah berfokus pada olahraga, dimana dalam pertandingannya menerapkan sistem tidak kontak langsung dan hasil yang ditentukan oleh poin, Kyokushin masih berpegang teguh pada sistem tradisional, terlihat dari sistem pertandingan kumite pada kejuaraan Kyokushin yang menerapkan pertarungan full contact dan boleh membuat Knock Out (KO) lawan. Aliran ini menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.
6.    Shorin-ryu
Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.
7.    Uechi-ryu
Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).

* Referensi :

Saturday, October 8, 2011

Mubes UKM Karate Unhas XXVIII periode 2010-2011

Cerita dibalik Musyawarah Besar (MUBES) UKM KARATE-DO UNHAS Periode 2010-2011 di Bira, Kabupaten Bulukumba

Kali ini MUBES UKM KARATE-DO UNHAS memiliki suasana yang berbeda dibandingkan dengan mubes sebelumnya, karena tempatnya lumayan jauh dari hiruk pikuk kota Makassar yaitu Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba pada tanggal 1-2 Oktober 2011. Kami berangkat Jumat 30 September 2011 sore hari kira-kira jam 16.30 WITA berangkat dari sekret UKM Karate-Do Unhas, PKM 2 lt 1. Ada suka & dukanya dalam kegiatan kali ini, oleh karena itu tetap ikuti ceritanya..

Dimulai dari dalam bus pada saat perjalanan ke lokasi, bernyanyi, bercerita, bercanda sambil menikmati perjalanan merupakan solusi untuk menghilangkan rasa jenuh di dalam bus. Tapi bagaimanapun semuanya memiliki keterbatasan sehingga yang awalnya ribut, lama kelamaan suara itu menghilang karena satu per satu mulai tertidur dalam kesunyian malam di bus kampus itu. Kami tidak terlalu menikmati pemandangan pada saat itu, karena hari sudah gelap dan hanya beberapa sinar lampu yang kami lihat di sepanjang jalan, tapi ada pemandangan yang menarik pada saat itu ketika beberapa ekor kepiting melintasi jalan yang kami lalui, sebuah pemandangan yang mungkin baru untuk beberapa orang.:-)

Setelah berjam-jam kami menempuh pejalanan yang sangat jauh, akhirnya kami tiba di lokasi pukul 23.00 WITA, kami disambut oleh pemilik penginapan Kalubimbi Cottage, kami ditunjukkan villa-villa yang akan kami tempati, setelah menurunkan barang-barang bawaan, kami mulai beristirahat di villa masing-masing karena ada tiga villa yang kami sewa. Di salah satu villa kami masih ada beberapa orang yang beristirahat sambil main kartu. hehehe. Tapi setelah diberi tahu ada agenda yang sangat penting keesokan harinya yaitu mubes akhirnya mereka berhenti dan segera tidur.

Tepat nya sabtu pagi 1 Oktober 2011 pukul 07.00 WITA, beberapa orang sudah terbangun & siap-siap untuk mengikuti agenda yang tujuan utama kami datang di Bira yaitu Musyawarah Besar UKM Karate-Do Unhas. Tapi sebelumnya kami berkumpul dan sarapan di kedai Coto Om (red:Pa' Undru). Segelas kopi, teh hangat dan beberapa potong roti membuat keakraban kami terjaga. Suasana ceria di tempat itu mungkin sulit untuk dilupakan. Setelah sarapan kami bersiap-siap untuk pembukaan mubes UKM Karate-Do Unhas, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda berikutnya dan dipimpin oleh SC. Mulai dari pembahasan agenda acara, draft tatib hingga pemilihan presidium sidang.

Beberapa jam kami sidang, sidang tsb diskors untuk istirahat,sholat dzuhur dan makan siang, dan menu kita saat itu ialah Coto buatan istri Pa'Undru, ada yang mengatakan itu "COKU"(coto kuda) dan ada juga yang bilang itu "COKA"(coto kambing), tapi kami tidak mempermasalahkan itu. hehehe, Kemudian kami melanjutkan agenda kami yang cukup panjang itu
Detik demi detik kami lalui dalam persidangan itu, berbagai perdebatan, interupsi, dan pembacaan LPJ kepengurusan periode 2010-2011 yang cukup mengharukan, akhirnya sidang diskors untuk ishoma, dan semua peserta menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan, main bola, bahkan berfoto dengan latar sunset di pantai bira..hahaha.. Kami menikmati nya, tapi kami juga sempat mengingat teman kami, sudari kami Adilla Sintani yang tidak sempat datang ke mubes karena sakit tepat pada saat kami mau berangkat. Dengan perasaan yang cukup berat meninggalkan kota Makassar,dan ada hal yang harus kami selesaikan di sana, kami tetap berangkat dan tidak lupa juga untuk mendoakannya agar cepat sembuh dan tetap diberikan kesehatan oleh Nya.

Tidak terasa matahari sudah terbenam kami pun beranjak ke villa untuk mandi dan siap-siap lagi untuk ke agenda berikutnya, tapi sebelumnya kami makan malam dengan penerangan lilin karena pada saat itu lampu padam dan lumayan lama baru nyala, tapi kami konsisten dengan agenda yang sudah ada, maka kami kembali di forum itu untuk kembali membahas AD/ART yang belum rampung pembahasannya. Semakin malam kondisi forum tidak kondusif karena ngantuk, tapi biasa terjadi dalam suatu forum, dan tetap saja ada orang-orang yang membuat nya kembali segar dengan guyonan yang membuat peserta sidang tertawa, dari awal memang forum ini 'santai tapi serius'. hehehe..:-)

Setelah berjalan cukup lama, agenda mubespun selesai. Terpilihlah Syafriadi Jamaidi sebagai Ketua Umum UKM Karate-Do Unhas periode 2011-2012 menggantikan K'Andy biasa ia disapa. Sidang pun ditutup oleh presidium sidang Pada pukul 04.00 dini hari. Sebelum kami masuk ke kamar masing-masing, kami menyempatkan untuk membersihkan kedai coto itu. Setelah kami yakin semuanya sudah rapi, kami menuju ke kamar untuk beristirahat, karena esok hari nya kami berencana untuk berenang, snorkling, bermain banana boat, dan mencari makhluk-makhluk laut..:-)


Minggu 2 Oktober 2011 pukul 06.00 WITA, beberapa orang sudah siap dengan plan masing-masing dan ada juga yang masih tertidur karena kecapean begadang. Dan akhirnya mereka ditinggal sama orang-orang yang beranjak ke pulau kambing. Selain yang menyeberang ke pulau kambing, ada juga yang bermain banana boat, setelah semuanya terwujud kami kembali ke villa untuk bersiap balik ke Makassar. Kami pun bertolak dari bira pukul 12.30 dengan membawa hasil Musyawarah, Ketua Umum UKM Karate-Do Unhas peiode 2011-2012 dan membawa cerita tersendiri untuk dikenang, kedai Coto itu pun menjadi saksi bisu kegiatan kita kali ini.

Bravo UKM KARATE-DO UNHAS !!

Dokumentasi : 

Persiapan berangkat ke lokasi mubes di bulukumba






Ceremonial anniversary UKM Karate-Do Unhas
& anniversary Senpai Aman



Foto Steering Committee
dari kiri ke kanan (Iskandar Mirza, Nurchalis, Muharlis)


Presidium Sidang
dari kiri-kanan (Aspar Sesasria, Septi Adnan, Sakinah S.)
Pembacaan LPJ oleh Ketua Umum UKM Karate Unhas
Periode 2010-2011 didampingi beberapa parner kerjanya
Serah Terima Jabatan
Muhammad Zudjudi M.(Ketua Umum UKM Karate-Do Unhas Periode 2010-2011)
kepada Syafriadi Jamaidi (Ketua Umum UKM Karate-Do Unhas Periode 2011-2012)
Foto Bersama di Pantai Pasir Putih Bira

Berenang bersama di laut dekat Pulau kambing
Makan malam bersama di warung coto Kab.Takalar


Saturday, September 10, 2011

UKM KARATE-DO UNHAS Di Kancah Pengembangan Olahraga & Prestasi Masa Kini

1. UKM Karate-Do UNHAS; Di Antara Sejarah, Tradisi & Ke’eksistensi’annya.

UKM Karate-Do UNHAS adalah sebuah organisasi atau lembaga kemahasiswaan tingkat universitas yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa dalam bidang olahraga karate.

Ia berdiri di antara pilar hobby, jalan hidup, olahraga dan prestasi. Kisah perjalanannya diawali oleh sekedar mencoba yang berlanjut ke hobi, kemudian mendarah-daging dan menjadi suatu jalan hidup (pemahaman filosofis karate). Selanjutnya, melangkah ke tataran yang lebih ilmiah dan kompleks, mencoba memasuki ranah dunia kampus bahkan menjadi salah satu mata kuliah. Seiring dengan hal itu, ia kemudian meningkatkan volume dan kapasitasnya sehingga tak cukup hanya sekedar olahraga, namun telah menaiki titian tangga menuju puncak prestasi. Jadilah ia sebagai suatu organisasi yang profesional, modern, sistematis, universal dan go-internasional. Ini pulalah yang menjadi visi dan misinya.

Sejak dirintis pada bulan Juli 1983, nama lembaga atau organisasi ini pada awalnya bernama Unhas Karate Club yang disingkat UKC. Hal ini terus berlanjut dan mentradisi dari generasi ke generasi. Selanjutnya pada tahun 2005, nama UKC dipatenkan kembali menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa Karate-Do Universitas Hasanuddin yang disingkat UKM Karate-Do UNHAS. Dasar pemikirannya adalah bahwa organisasi ini bernaung di bawah panji Universitas Hasanuddin yang menjunjung tinggi keilmiahan.

Organisasi ini merupakan salah satu lembaga kemahasiswaan yang tertua, terbesar dan populer di lingkup Universitas Hasanuddin. Secara struktur kelembagaan, UKM Karate-Do UNHAS berada di bawah naungan Forum Bersama (FORBES) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Se-UNHAS dan bertanggungjawab langsung kepada Pembantu Rektor III (bidang kemahasiswaan dan alumni) Universitas Hasanuddin.

Secara struktur kelembagaan perkaratean, organisasi ini berkiblat pada Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) sebagai induk organisasi dari seluruh perguruan karate di Indonesia, yang juga merupakan bagian/cabang langsung dari induk organisasi olahraga karate dunia yang melakukan koordinasi dan manajemen baik secara teknis maupun non-teknis bernama Federasi Karate Dunia atau yang dikenal dengan nama World Karate-Do Federation (WKF), sedangkan untuk tingkat Asia dimana Indonesia berada, dibawahi dalam Federasi Karate Asia atau Asian Karate-Do Federation (AKF).

Selanjutnya, UKM Karate-Do UNHAS membawahi seluruh aliran dan atau perguruan karate yang ada di lingkup Universitas Hasanuddin yang dalam teknik ataupun kurikulum perkaratean, mereka berafiliasi langsung pada Honbu (pusat) aliran atau perguruan masing-masing.

Selain sarana penyaluran minat dan bakat, UKM Karate-Do UNHAS juga mengolah dan melatih anggotanya untuk dipersiapkan mencetak prestasi, tampil dalam setiap even kejuaraan, mulai nomor perorangan hingga beregu, mulai yang berskala lokal, nasional, hingga internsional.

Kondisi UNHAS yang heterogen serta sarat dengan dinamika, membuat lembaga ini tetap mawas diri dan berhati-hati dalam melangkah dan menyesuaikan diri, melebur di tengah-tengah civitas akademika dan masyarakat. Namun seiring dengan itu, UKM Karate-Do UNHAS tetap berusaha tampil sebagai insan olahraga terbaik dan juga organisasi yang profesional. Terbukti, sejak tahun didirikannya hingga kini, telah banyak perubahan ataupun perkembangan yang terjadi, terutama zaman atau era keemasannya. Semua itu berkat kerja keras pengurus beserta para anggotanya, yang tentunya tak lepas dari pengawalan Dewan Pembina sendiri.

Di diary mungil UKC, ada beberapa mantan ketua yang pernah menakhkodai UKM Karate-Do UNHAS dari periode ke periode. Mereka di antaranya adalah:

1. Hasbir P, S.H., M.H.

2. Andi Naharuddin, S.Ip, M.Si.

3. Muhammad Irdam, S.E., M.E.

4. Muhammad Nur Fadly Danial, S.H.

5. Fidelys Lolobua, S.Sos.

6. Mukhardiaman, S.Sas., S.Pd.

7. Jusman Mappatang, S.H.

8. Rachmat Aridha Putera

9. Iskandar Mirza

10. Muh. Zudjudi. M


2. UKM Karate-Do UNHAS; Di Antara Olahraga & Prestasi

Pendidikan jasmani dan olahraga mempunyai peranan penting dalam memberikan sumbangan yang efektif bagi pertumbuhan nilai-nilai pokok manusia yang merupakan landasan utama perkembangan suatu masyarakat, karena pendidikan jasmani dan olahraga tidak hanya terbatas pada kesehatan dan kesejahteraan, tetapi ditujukan kepada pertumbuhan manusia seutuhnya, salah satunya melalui prestasi.

Prestasi adalah suatu unsur yang sangat penting dalam suatu kegiatan olahraga. Prestasi sangat ditekankan mengingat bahwa ia merupakan faktor penentu dan salah satu tujuan akhir dari olahraga. Pencapaian tujuan tersebut terkait dengan disposisi biogenetic, yaitu suatu keadaan dimana manusia mampu mempertahankan eksistensinya melalui suatu proses aktif untuk “membentuk” dirinya dan dunia sekitarnya (Rusli Rutan, 1999: 12). Prestasi diarahkan untuk menguasai, memelihara dan mengoptimalkan keterampilan yang dimiliki.

Seberapa banyak tujuan itu dapat dicapai terkait dengan ukuran spesifik tentang kualitas dan kuantitas; pencapaian tujuan melibatkan usaha, resiko, kesulitan dan kemungkinan frustasi atau kegagalan. Tentu saja ada pilihan apakah seseorang akan berusaha mencapai prestasi setinggi-tingginya, prestasi tidak seberapa tinggi, ataupun tidak sama sekali.

Telah menjadi sebuah keniscayaan, bahwa atlet adalah manusia biasa yang punya kelemahan dan keterbatasan, khususnya menyangkut umur dan kesehatan. Umur produktif untuk seorang atlet akan mencapai batas maksimalnya pada usia 35 tahun, lewat dari itu, kemampuan seorang atlet akan mulai menurun. Untuk itulah, perlu ada pembinaan sejak dini demi pencapaian puncak prestasi di masa mendatang.

Sebagai suatu olahraga untuk prestasi, kiprah UKM Karate-Do UNHAS patut diacungi jempol dan tidak perlu diragukan lagi. Perjalanan panjang sejarah UKM Karate-Do UNHAS sejak tahun awal didirikannya mencatat bahwa organisasi karate ini telah memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, utamanya dalam hal pembinaan pendidikan dan olahraga bagi generasi muda. Selama 20-an tahun lebih, masa-masa kejayaannya tercatat dengan tinta emas dalam sejarah keolahragaan Indonesia.

Lembaga ini kian hari semakin berbenah diri dalam meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Ini terbukti bahwa di Indonesia, kawasan Indonesia Timur (Makassar dan sekitarnya), UKM Karate-Do UNHAS telah terkenal dan menjadi panutan bagi organisasi ataupun aliran seni bela diri lain, meskipun dinamika pasang-surut lembaga ini terkadang fluktuatif.

UKM Karate-Do UNHAS melahirkan kader-kader fanatik yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi, kemudian digembleng dan dibina secara terus-menerus. Apalagi kondisi karate di Indonesia sedang mengalami “booming”, demam karate dimana-mana, sehingga even-even atau kejuaraan kian banyak nan padat diadakan, sehingga dapat lebih mendongkrak popularitas UNHAS di kancah perkaratean Indonesia. Ini dapat dilihat dari statistik dan dinamika prestasi UKM Karate-Do UNHAS, dimana kondisi umumnya cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pencapaian prestasi seorang atlet karate, yaitu:

ü Sumber daya manusia (pelatih/instruktur yang berkualified dan bibit atlet yang akan digembleng)

ü Gizi yang sehat, cukup dan seimbang (makanan, minuman dan suplemen/vitamin)

ü Pemanfaatan waktu yang baik dan seimbang (istirahat, latihan)

ü Porsi latihan dan uji coba (pengalaman tanding)

ü Sarana dan prasarana latihan yang memadai dan sesuai dengan standar

ü Perlengkapan pertandingan (matras, do-gi/karate-gi, sabuk/obi, gum shield, dekker, hand protector, dan lain-lain), harus sesuai standar (WKF/FORKI)

ü Kondisi kesehatan fisik dan teknik serta mental dan psikologis yang baik nan prima

ü Kondisi lingkungan yang kondusif dan mendukung (tempat, sirkulasi udara,dan lain-lain)

ü Pembinaan sebaiknya dilakukan sejak di usia dini

ü Jangan tiba masa, tiba akal

Bagi karateka dan para praktisi olahraga lainnya yang memang tidak dilahirkan dan tidak ditakdirkan sebagai seorang atlet atau tidak memenuhi unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang atlet, janganlah berkecil hati, merasa minder atau kurang percaya diri dan berputus asa, karena sebenarnya masih banyak yang dapat dilakukan selain menjadi atlet, antara lain yaitu instruktur/pelatih atau wasit/juri.


3. UKM Karate-Do UNHAS; Anugerah dan Titipan

Tak terasa waktu terus berlalu, dan tanpa terasa pula UKM Karate-Do UNHAS telah menginjak usia 28 (dua puluh delapan) tahun. Jika dipadankan dengan umur manusia, maka ukuran tersebut merupakan sebuah usia yang telah beranjak dewasa, terutama dari aspek biologis serta kematangan dalam berfikir dan berperilaku.

Sejak terlahir dari rahim kampus merah hingga tumbuh dewasa, UKM Karate-Do UNHAS telah mengalami proses yang panjang nan berliku, kondisinya terkadang fluktuatif, sering mendapat cobaan ataupun rintangan, terutama oleh masyarakat yang awam terhadap seni bela diri karate. Organisasi ini telah banyak belajar, memakan garam kehidupan, mengecap pahit-manisnya arena pertandingan, sehingga kesemuannya itu kelak membuatnya lebih dewasa, kian arif dan bijaksana.

Pasang surut dalam berlembaga adalah hal yang lumrah dan biasa terjadi. Dinamika karate, lembaga ataupun atmosfer akademik yang sering berfluktuatif adalah sesuatu yang wajar seperti halnya dengan dinamika “putih-hitam”nya hidup ini. Kiprah dan sepak terjang “karate” turut membuktikan harmonisasi antara “akademik” dan “organisasi” dalam dunia kemahasiswaan. Mereka yang berkecimpung dan berkiprah dalam organisasi ini adalah orang-orang yang terpilih dan ditakdirkan oleh ALLAH SWT untuk menjalankan amanah dan tanggungjawab yang sangat besar.

Mari kita bahu-membahu dalam menjaga tradisi dan kelestariannya dari generasi ke generasi dengan semangat dan jiwa kesatria yang selalu berpijak pada cinta dan kasih sayang, serta tetap perpegang teguh pada tiang komitmen, loyalitas dan dedikasi yang tinggi, sembari tetap menggunakan kejernihan hati dan pikiran sebagai sumber inspirasi dan keputusan. Mari kita senantiasa menumbuhkan semangat optimistis dan menjunjung tinggi sportifitas dalam berkompetisi. Mari kita bersama-sama mengawal lembaga ini, berlayar di tengah derasnya arus, ombak dan gelombang samudera perkaratean di Indonesia, hingga mencapai batas akhir cakrawala prestasi.

Insya ALLAH, UNHAS tidak akan kehabisan kader dan atlet berprestasi hingga berpuluh-puluh tahun ke depan karena regenerasi senantiasa mentradisi dengan indah. Mari kita jadikan UNHAS sebagai salah satu lumbung karate terbesar di Indonesia, khususnya di daerah Sulawesi Selatan. Kita telah diakui oleh dunia internasional dan kita tak punya alasan untuk mengelak dari tanggungjawab ini. Olehnya itu, saya ingin menutup tulisan ini dengan kata...


Sejak lahir, UKC adalah anugerah besar dan indah serta titipan dan warisan yang tak ternilai harganya. Kita semua adalah seorang “bushi” (pendekar/kesatria) yang secara total perlu mendedikasikan hidup pada seni pertarungan / seni keperkasaan / seni bela diri “karate”, khususnya pada organisasi ini.


Semoga UKM Karate-Do UNHAS yang kita cintai ini kian berkembang, eksis dan survive serta menunjukkan prestasi-prestasi (dalam semua unsur kehidupan) yang gemilang nan membanggakan di masa mendatang. Amin... !


Buat UKC tercinta, kami akan mempersembahkan yang terbaik untukmu.

Kami semua senantiasa ada untukmu, kapanpun dan di manapun.

Karena sesungguhnya...

Darahmu, telah mengalir di nadi dan jantung kami ...


SELAMAT ULANG TAHUN Ke-28 ...

Happy Birthday, Selamat Milad UKC’ku ...


Mengenal dan Hidup Bersamamu

Adalah anugerah besar nan indah dalam hidupku...

Semoga engkau lebih dewasa, kian arif nan bijak ...

Oleh: Mukhardiaman, S.Sas., S.Pd. (S. Aman)

Instruktur Karate-Do Gojukai Indonesia

Mantan Ketua Umum UKM Karate-Do UNHAS Periode 2005-2007

Ketua Dewan Pertimbangan & Penasehat Organisasi (DPO) UKM Karate-Do UNHAS